Tidak sekali gentar dan ngeri
Patutlah bulan yang dihampiri
Menjadi mati seorang diri
Duduklah pungguk bercinta sayang
Daripada malam sampailah siang
Badannya kurus tidak bergoyang
Ke udara tak boleh melayang
Duduk merawan segenap kayu
Suaranya halus mendayu-dayu
Berbaka sakanya pungguk merayu
Hatinya pilu tidak terpayu
Sampai sekarang pungguk nan murung
Lain daripada segala burung
Duduk merindu segenap lorong
Malam terbang siang berkurung
Segelinitir dari kami umpama si pungguk rindu kan bulan
Most probably its confirmed, a day after tomorrow
Betapa susahnya mencari bahagia.
:-(
No comments:
Post a Comment