Monolog Cinta
Pernahkah aku ucapkan
betapa kasihnya aku kepadamu
betapa masih aku dambakan
senyuman manismu yang mencairkan setiap naluriku
kata-kata yang menjadi perangsang
pujian-pujian yang membuat aku melayang
kehangatanmu yang tiada tandingan
Tapi pernahkan aku ucapkan
betapa masa sudah berlalu terlalu lama
betapa aku terus lapar dan dahaga
betapa terseksanya setiap pelusuk jiwa
mencari-cari ketenangan yang tak jua tiba
menanti-nantikan kasih yang tiada kesampaian
Pernahkah juga aku ucapkan
senyumanku semakin lama semakin hambar
setiap saat membuatku lebih sedar
betapa aku masih dalam igauan
mengejar-ngejar bayangan silam
yang telah terkubu dalam kenangan
Pernahkan aku ucapkan
satu ketika akuhilang pertimbangan
aku sesat tanpa haluan
tapi Tuhan itu maha kaya
memberiku petunjuk dan hidayah
membawaku pulang ke jalan yang benar
Ingatkah kau aku pernah ucapkan
bahawa aku rela kau berterus terang
daripada hidup dalam keseksaan
daripada hidup menanggung harapan
sedangkan aku hanya cerita semalam
yang sudah lama engkau lupakan
Kini ingin aku ucapkan
tidak ada sesuatu yang dapat mengubah perasaanku
tetapi sanggupkah aku begini terus dalam hidupku
aku perlukan seorang teman, bukan patung mainan
aku perlukan semangat keperwiraan
bukan sikap alang kepalang
aku perlukan keputusan penentuan
walaupun kita berputus arang
Raims
dipetik dari BM 9 Mei 2004
****************************
I've been wanting to put this up 1 week after it came out on BM but that particular day is too heart wrenching.
As I type this sajak, I'm listening to
Aa Bhi Ja Aa Bhi Ja from Sur. Got to know this song from
Ika.
Argh..sedihnyer..
Would like to share this sajak wif Heartbeat and BrokenPieces.
*********************
KF came in n finally open up his mouth to say something to me, even though it's abt work
I guess it's effective to write in here..everytime after i wrote here, then he will break the ice..ishk.
At least dier beralah..coz I've tried my very best NOT TO...beralah!
I'm juz plain ego!
No comments:
Post a Comment